TIMUN LAUT HAMBAT MALARIA

Malaria disebabkan parasit yang hidup di tubuh nyamuk.  Ketika nyamuk mengisap darah dan menginfeksi manusia, parasit malaria mengalami perkembangan kompleks di usus semuk serangga ini.

Studi terbaru fokus bagaimana mengganggu pertumbuhan dan perkembangan kompleks dengan protein yang mematikan, CEL-III, ditemukan pada timun laut. Darah manusia yang terinfeksi malaria yang berisi parasitic gametocytes, dapat menciptakan sperma parasit dan telur dalam usus serangga tersebut. Sel sperma dan telur kemudia difertilisasi, memulai proses reproduktifitas parasit dan siklus dengan memproduksi keturunan invasif yang disebut ookinetes. Ookinetes kemudian berimigrasi melalui dinding perut nyamuk dan memproduksi sel-sel “anak” baru (sporozoites). Setelah 10-20 hari mereka akan matang pada kelenjar liur, dan siap untuk menginfeksi manusia.

Tim ini menggabungkan bagian dari gen lektin timun laut dengan bagian gen nyamuk, sehingga  nyamuk mengeluarkan lektin pada ususnya selama mengonsumsi darah. Pelepasan lektin bersifat racun bagi ookinate, karena itu membunuh parasit yang terdapat di perut nyamuk. Dalam uji laboratorium menunjukan bahwa pemberian lektin ke dalam usus nyamuk dapat secara bermakna merusak perkembangan parasit malaria di perut nyamuk, dan secara potensial mencegah transmisi pada orang lain. Indikasi awal menyarankan, protein timun laut efektif pada lebih dari satu dari 4 parasit berbeda yang dapat menyebabkan malaria
pada manusia.

Prof.Bob Sinden dari Imperial College London’s Department of Life Sciences mengatakan,”Hasil ini sangat menjanjikan dan menunjukan bahwa nyamuk yang menjalani perubahan genetika memiliki dampak yang jelas pada kemampuan parasit untuk memperbanyak diri pada tubuh nyamuk penjamu.”

Menurut Prof. Sinden, masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan sebelum teknik-teknik tersebut dapat digunakan melawan penyebaran malaria. Karena, meski protein dari timun laut secara bermakna mengurangi jumlah parasit pada nyamuk, protein ini tidak secara keseluruhan menghilangkan semua parasit dari semua nyamuk . Sehingga, dalam tahap perkembangan ini, tidak cukup mencegah transmisi malaria pada manusia. Prof.Sinden berharap, studi ini meningkatkan pemahaman para ilmuan atas proses yang cukup kompleks, bagaimana parasit malaria ditransmisikan. “Tujuan kita saat ini adalah mencari, bagaimana menghasilkan nyamuk dengan susunan genetik tertentu, sehingga parasit malaria tidak dapat berkembang di tubuh nyamuk,” katanya.

Sumber : www.wikipedia.com

1 Response so far »

  1. 1

    eirene said,

    hi, thanks for sharing TIMUN LAUT HAMBAT MALARIA, gusti..🙂
    yupz, there’s many function of it..
    u also can check on
    http://graha-melati.blogspot.com/2008/03/khasiat-timun-laut-mas.html
    nice to meet u in this page, let’s learn together here🙂


Comment RSS · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: